Skip to content

Modus Penipuan Online Selama Ramadan dan Mudik Lebaran

#CariTahuBiarAman dan Tidak Jadi Korban Berikutnya

Aksi penipuan online sangat marak saat Ramadan dan mudik lebaran. Apa saja modusnya dan bagaimana caranya agar tidak mudah tertipu? 

Mbak Narni berjingkrak-jingkrak kegirangan di halaman rumahnya. Wanita paruh baya buruh cuci dan setrika baju di kampung saya ini sepertinya lagi bahagia banget. Sesekali saya lihat ia memandangi handphone yang dipegangnya. 

Saking girangnya, mbak Narni tak tahu kalau lagi diperhatikan banyak orang. Bukan hanya saya saja tetapi juga Pakde Taqi yang lagi memandikan burung peliharaannya,  dan juga bu Narto yang lagi nunggu bakul belajaan.  

“Kok heboh banget. Sudah dapat tiket mudik ya mbak.” Tanya saya yang sedari awal kepo sembari ngelap motor. 

Mbak Narni tak langsung menjawab. Ia hanya nyengir sambil menggerakan kedua tangannya seperti orang mendayung. Mungkin joged dayung maksudnya.  

Sejurus kemudian ia menjawab dengan lirih kalau ia baru saja mendapat SMS yang mengaku dari BCA. Isinya ia mendapat undian THR sebesar Rp 25 juta sebagai penghargaan kepada nasabah prioritas BCA.  

Saya hanya tersenyum kecil dan sudah bisa menebak kalau itu adalah SMS penipuan.  Meskipun saya belum melihat isinya. 

Awas modus penipuan online, mbak!” Kata saya bermaksud mengingatkan mbak Narni agar tidak menjadi korban penipuan online berkedok hadiah THR atau apapun yang mengatasnammakan BCA. 

“Gak mungkin penipuan mas. Mbak yakin ini asli dari BCA.” Jawab mbak Narni dengan polosnya.  

Saya sih bisa memahami. Mungkin Mbak Narni kurang informasi tentang penipuan online sehingga berfikir bahwa SMS hadiah THR yang diterimanya dianggap benar. Hal ini juga dialami banyak orang. Setelah saldo tabungan terkuras habis barulah menyadarinya.

“Coba hubungi halo BCA atau WA Resmi BCA dulu untuk memastikan, mbak. Saya juga menerima SMS seperti itu awal bulan lalu.” Kata saya sambil berjalan ke arah mbak Narni.   

Saya perlihatkan SMS serupa dari smartphone saya meskipun dari nomor yang berbeda. Mbak Narni seketika diam. Saya gak tahu apa yang ada di benaknya. Namun saya bilang untuk tidak menghubungi nomor atau mengklik tautan yang ada di SMS tersebut. Fokus saja sama rencana mudiknya. Kata saya.  

Penipuan Online

Nyasar Siapa Saja Saat Ramadan dan Mudik Lebaran

Saya atau Mbak Narni bukan satu-satunya orang yang menjadi obyek penipuan online. Ada ribuan bahkan jutaan orang di Indonesia menjadi sasaran penipuan online melalui berbagai modus. 

Para penipu oline biasanya memanfaatkan momen-momen tertentu, terutama ketika kebutuhan masyarakat lagi tinggi-tingginya seperti saat Ramadan, mudik dan libur lebaran, tahun baru, tahun ajaran baru, dan sebagainya.

Pihak kepolisian sebenarnya sudah banyak menangkap para pelaku penipuan online ini dan menjeratnya dengan UU Elektronik berupa kurungan dan juga denda uang milyaran rupiah

Namun entah kenapa tindakan tegas polisi seperti tak memberi efek jera. Di lain waktu muncul lagi entitas lain dengan modus serupa.

Modus penipuan online sebenarnya bisa diketahui dengan cepat dan dapat menghindarinya dengan aman. Namun entah kenapa masih banyak orang yang kena atau tertipu.

Yuk, #CariTahuBiarAman modus-modus modus penipuan online yang terjadi di masyarakat terutama saat Ramadan, mudik lebaran, dan sebagainya. 

Hadiah Undian atau Hadiah Tunjangan Hari Raya (THR)

Kalau handphone kita tiba-tiba mendapat notifikasi pesan masuk dari nomor tak dikenal berbunyi “Selamat nomor anda mendapat hadiah THR 25 juta dari BCA, dari provider ini dan itu…bla..bla…blaa. “, kita patut curiga kalau itu adalah modus penipuan. 

Yups, biasanya penipuan online modus undian THR ini mencatut atau mengatasnamakan bank-bank besar nasional ataupun dompet digital.. Pertanyaannya, kok nomor kita bisa dapat SMS penipuan THR sih? 

Tentu saja bisa karena pelaku mengirimkan SMS secara acak. Tak hanya SMS, pelaku juga kerapkali menelepon langsung calon korbannya dengan mengaku sebagai customer service bank dan juga mengirim pesan melaui ke media sosial kita.

Bila kita merespon, pelaku dengan intonasi suara yang meyakinkan akan memandu cara-cara klaim hadiah atau undian THR dimaksud. 

Tapi namanya juga tipu-tipu, jangan heran kalau kita pun akan dipandu melakukan langkah-langkah tertentu seperti memasukan nomor telepon dompet digital yang aktif, nomor rekening, KTP, nomor kartu ATM serta kode aktivasi hadiah, yang sebenarnya itu adalah kode verifikasi atau kode OTP (one-time password).

Penipuan online THR ini sebenarnya modus lama meskipun menggunakan metode yang berbeda-beda dan sering dijumpai sepanjang Ramadan hingga mudik lebaran tempo hari. 

Menurut catatan Cyber Crime Investigation Center (CCIC) Mabes Polri, selama Ramadan beberapa waktu ada 12 juta acaman penipuan online THR dan sejenisnya.

Ironisnya, meskipun penipuan modus ini adalah model lama dan selalu berulang-ulang, namun masih banyak orang yang tidak menyadari dan akhirnya tertipu juga.

Ironis memang!

Voucher Belanja Online

Selain undian atau hadiah THR, modus penipuan online yang marak selama Ramadan dan mudik lebaran adalah voucher belanja online.

Modus ini mencatut dan mengatasnamakan e-commerce dan tak jarang juga mengatasnamakan lembaga perbankan serta dompet digital

Selama Ramadan hingga menjelang lebaran tempo hari, modus penipuan voucer belanja online ini menyebar melalui aplikasi WhatsApp. 

Penipuan modus ini umumnya berupa link voucher diskon belanja online untuk kebutuhan Ramadan atau lebaran dari berbagai e-commerce, toko online, dompet digital, atau bank.

Nah, kalau kebetulan kita mendapatkan pesan ini, kita diminta mengunjungi link (tautan) tententu untuk mendapatkan hadiah, voucher belanja atau diskon yang ditawarkan penipu.

Namun bukanya diarahkan ke alamat e-commerce asli, tautan atau link tersebut bila diklik justru akan mengarahkan kita pada website palsu alias website abal-abal.

Kita pun diminta mengisi berbagai informasi dan data pribadi yang seharusnya sangat sensitif dan rahasia..

Pinjaman Online

woman sad 01

Modus pinjol ini jelas mengatasnamakan atau mencatut pihak operator pinjol. Pelaku melakukan aksinya dengan menggunakan fake number ‘contact center’ atau ‘SMS resmi’ untuk mengecoh calon korban. Namun ada juga yang nekat menggunakan nomor biasa tapi ngaku-ngaku dari contact center perusahaan pinjol tertentu.

Pelaku penipuan modus pinjol ini biasanya mengirimkan SMS ke banyak nomor yang berisikan tawaran pinjaman online secara cepat, langsung disetujui dan dengan nilai yang besar.

Penipu modus ojol juga sering menggunakan alasan-alasan keadministrasian seperti verifikasi data proses kenaikan plafon pinjaman, diskon bunga pinjaman, dan lain sebagainya sebagainya.

Seperti halnya modus THR dan voucer belanja online, penipuan modus pinjol ini juga menyertakan link (tautan) palsu untuk pengisian data pribadi seperti rekening bank, KTP, nomor kartu ATM, PIN sampai dengan kode OTP (one-time password).

Karena kebutuhan yang meningkat selama Ramadan dan mudik lebaran maka banyak pula yang tergiur dan akhirnya tertipu modus ini.

Mereka tidak sadar telah mengirimkan data-data esensial untuk menjebol data perbankan miliknya, akun dompet digital, dan hal-hal terkait dengannya.

Pembaharuan Data

Ciri modus penipuan online yang satu ini adalah penipu mengirimkan email berisikan permintaan pembahuruan data disertai ancama agar rekening bank, kartu kredit, akun online sho,p dan dompet digital tidak terblokir. 

Dalam email, pelaku juga menyertakan link (tautan) palsu yang menyerupai website aslinya yang ujung-ujungnya calon korban diminta login dengan mengisi data-data pribadi dan sensitif seperti user name, password, nomor kartu kredit, debit, PIN dan sebagainya.

Modus pembaharuan atau pemutahiran data yang umum disebut phising ini mentargetkan data korban yang akan digunakan sehingga pelaku untuk mengakses dompet digital, rekening bank, mobile banking atau kartu kredit korbannya.

Penipuan online berkedok pembaharuan data juga wira-wiri selama Ramadan hingga menjelang mudik lebaran. 

Seperti modus-modus penipuan online lainnya, modus pembaharuan data ini juga memakan banyak korban. Ramadan tahun lalu saya juga hampir terkena modus ini dan beruntung saya segera melakukan tindakan pembolokiran sementara atas akun-akun perbankan dan dompet digital yang saya miliki.    

Aku Tertipu

#CariTahuBiarAman

3 Cara Mudah Agar Tidak Tertipu

Dari semua modus penipuan online di atas, penipu selalu mengincar semua informasi dan data penting perbankan calon korbannya seperti nomor kartu ATM dan kode OTP (One Time Password-PIN dinamis sekali pakai) nomor verifikasi, kode-kode otentikasi, dan lain sebagainya, yang umumnya dikirim via SMS ke HP calon korbannya sendiri.

Banyak orang tertipu penipuan online ini dikarena berbagai faktor. Namun apapun itu, faktor paling dominan adalah karena kurangnya informasi dan pemahaman tentang kejahatan digital dan modus-modusnya. Itulah kenapa masyarakat mudah tertipu sehingga ketika pelaku mengubah kode OTP dengan istilah kode promo, kode voucer atau kode THR, dianggap biasa-biasa saja. 

Bagaimana agar tidak tertipu?  Jadilah generasi cerdas anti modus penipuan. Caranya?

Jaga Data Pribadi

Jaga data pribadimu (Nomor kartu ATM, PIN, OTP, dll). Jangan pernah mengeksposnya di media sosial, jangan pernah memberikan nomor kartu ATM dan kode OTP kepada siapapun dan dengan alasan apapun, sekalipun kepada mereka yang mengaku sebagai pihak dari pinjaman online, contact center bank, atau lembaga apapun.

Jangan asal klik

Jangan asal klik link (tautan) yang dikirimkan oleh orang yang tidak kita kenal baik melalui pesan SMS, jejaring sosial, maupun email. Asal klik link bukan hanya berpotensi terkena phising, juga berpotensi terkena serangan malware atau virus berbahaya yang merusak sistem komputer dan mengekploitasi data-data pribadi yang ada di dalamnya dan data-data yang terkoneksi dengan akun email kita.

Teliti dan Lakukan Validasi

Teliti nomor yang digunakan pelaku. Lakukan validasi kepada bank, e-commerce, dompet digital atau lembaga yang dicatut namanya oleh para penipu untuk mendapat informasi program yang valid baik melalui website remi, aku media sosial resmi atau langsung kepada customer center.

Sebagai contohnya, dengan banyaknya modus penipuan yang mengatasnamakan BCA, maka kita harus waspada nomor palsu halo BCA dan WA palsu BCA. Nomor resmi halo BCA yang asli itu 1500888. Tidak diawali dengan angka atau tanda apapun seperti 021, +62, 08**, dan sejenisnya. Sedangkan nomor resmi WhatsApp bank BCA itu adalah 08111500998 dengan centang hijau.

Cara ketiga itulah yang saya sarankan untuk mbak Narni saat itu. Karena hal itu pula mbak Narni lepas dari modus penipuan online dengan iming-iming menang undian atau mendapat hadiah THR dari BCA. Selain itu, faktanya nomor yang digunakan untuk SMS memang berbeda-beda. Dalam kasus mbak Narni ini nomornya yang digunakan penipu online adalah 0821325864***. Jelas nomor ini bukan nomor halo BCA maupun WA resmi BCA.

Baik, terima kasih telah membaca artikel berjudul Modus Penipuan Online Selama Ramadan dan Mudik Lebaran ini, semoga bermanfaat dan menambah wawasan dan pemahaman kita.

dampak perubahan iklim 2
IQair 01
kualitas udara di dunia
polusi di dinOnesia webp

connect

bicycle.png

Check Out My Works.

Take a peek inside our Wonderworld

About me

Sekelumit Tentang Saya

Saya hanyalah seorang blogger pemula yang mempunyai antusias besar dalam bidang Desain Grafis Digital, Fotografi and hal-hal kreatif lainnya.

Saya hidup dalam imaginasi yang bebas. Ketika saya melihat matahari terbit, untuk sepersekian detik saya selalu ingin manifestasikannya dalam garis-garis warna yang bernilai. Dan, mungkin cocok untuk bisnis anda.

What I Do

Saya Melakukan Banyak Hal Amazing

Graphic Design

Saya mengerjakan berbagai karya desain grafis dari mulai logo, poster, leaflet, kartu nama, kemasan produk, dan berbagai material promosi yang dibutuhkan dunia usaha

Photography

Berbekal sebuah karema DSLR, saya juga meyediakan jasa fotografi untuk wedding, cover produk, food, dan untuk berbagai kegunaaan lainnya

Media Social Handling

Saya cukup banyak waktu untuk menghandel postingan berbagai media sosial seperti instagram, facebook, twitter dan sebagainya bagi usaha dan institusi anda

Skill

Tools dan Skill Untuk Berproses

Photoshop 88 %
Ilustrator 85 %
Photography 92 %
Animasi 75 %
Video Editing 80 %

Jangan Ragu Menghubungi Saya